Selasa, 06 Desember 2011

MONITORING RKL/RPL OPERASI TAHUN 2011 PENGEMBANGAN LAPANGAN SUNGAI KENAWANG DAN PULAU GADING SERTA SISTEM PEMIPAAN DI PROPINSI SUMATERA SELATAN DAN JAMBI

1.        DESA MENDIS JAYA
Hasil jejak  pendapat terhadap masyarakat Desa Mendis Jaya yang diwakili oleh Kepala Desa dan warganya, menyimpulkan pendapat-pendapat yang berupa ; Talisman respon terhadap masyarakat desa dengan indikasi adanya bantuan beasiswa terhadap pelajar desa ini untuk meneruskan pendidikan di perguruan tinggi sebanyak dua orang pelajar, membantu pembangunan perpustakaan (sudut baca), para remaja putri diajarkan latihan menari, para ibu PKK diberikan bantuan oleh Talisman berupa kursus memasak serta bantuan material memasak berupa kompor gas dan lain-lainya. Di sisi lain, pihak Talisman juga merencanakan tahun ini untuk membangun kantor desa.

 JETY di Desa Mendis Jaya

Masyarakat desa melalui pembicaraan kepala desa menginginkan Talisman mau bermitra dengan desa untuk memajukan desa ini. Dikarenakan desa ini jauh dari tempat operasi kegiatan Talisman, maka dampak terhadap masyarakat terhadap kegiatan Talisman kurang terganggu.

2.        DESA SIMPANG BAYAT
Permasalah yang terjadi di desa ini terhadap Talisman berdasarkan pendapat dari kepala desa dan masyarakat desa, berupa ;
  1. Tidak berlakunya Jamsostek yang lama 
  2. Program sumur  dan material pendukungnya belum berjalan, padahal perencanaannya pada tahun ini, pada saat ini telah masuk akhir tahun. Apakah ini akan terealisasi ? 
  3. Penggunaan jalan untuk masyarakat sedikit diberikan aksesnya. 
  4. Para pimpinan Talisman kurang perhatian terhadap masyarakat desa 
  5. Perekonomian di desa tidak terbantu. 
  6. Perekrutan tenaga kerja seperti driver dan security banyak dari luar desa. 
  7. Setiap mau mengajukan proposal untuk kegiatan desa selalu di tolak.

 Wawancara dengan masyarakat desa (1)

 Wawancara dengan masyarakat desa (2)

3.        DESA KALIBERAU
Pendapat dari tokoh masyarakat desa ini hasil dari wawancara, menyatakan bahwa adanya kesenjangan sosial masyarakat dengan pihak Talisman dalam bidang perekrutan tenaga kerja lokal. Kejadian yang nyata adalah pemecatan secara sepihak oleh pihak Talisman (oknum di lapangan) kepada tenaga kerja lokal. Pemecatan tersebut tanpa ada permasalahan dari pihak tenaga kerja lokal, setalah diajukan untuk penyambungan kerja kembali pihak Talisman (subkon) menjawab tunggu dan tunggu.
Setelah diselidiki oleh masyarakat, ternyata tenaga kerja lokal digantikan dengan tenaga kerja dari luar oleh pemberi kerja (subkon Talisman). Ada dua orang tenaga lokal yang mengalami pemecatan (Yudi dan Fauzi), di sisi lain perekrutan tenaga kerja tidak melibatkan pemerintahan desa. Desa ini adalah ring 1 untuk Talisman karena langsung berhadapan dengan daerah operasi kerja Talisman.

 Wawancara dengan Tokoh Masyarakat (Pak Rozak, 61 thn)

 Wawancara dengan Masyarakat

Pertemuan dengan kepala desa untuk diminta keterangannya tentang Talisman, kepala desa tersebut menyatakan adanya beberapa permasalahan, berupa ;
  1. Sulitnya untuk bekerja sama dengan subkon Talisman (bolak-balik) dan setelah ngotot baru diberikan. 
  2. Pembayaran upah tenaga kerja lokal di tekan agar tenaga kerja lokal tidak betah dan digantikan tenaga kerja dari luar. 
  3.  Sarana dan prasarana yang telah diberikan tidak bisa dimanfaatkan disebabkan tidak adanya pembekalan kepada masyarakat dalam bentuk  pelatihan, modal dan pengawasan.
 Fasilitas Talisman di Desa

4.        DESA MENDIS
Segala bantuan yang diberikan oleh Talisman sudah cukup untuk di desa ini, sesuai pendapat dari kepala desa. Namun kepala desa mengharapkan kepada Talisman untuk meningkatkan dalam perekrutan tenaga kerja lokal dan memberikan kompensasi kepada pemerintaha desa.
Kursus memasak yang di fasilitasi oleh Talisman di desa ini masih terus berjalan, namun kepala desa mengharapkan kepada Talisman terhadap kursus memasak yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK mempunyai akses pemasaran terhadap hasil masak yang dikursuskan, memberikan bantuan modal dan pengawasan dalam manajemen pemasaranya.

 Bantuan Talisman

 Wawancara dengan masyarakat (1)

 Wawancara dengan masyarakat (2)

 Wawancara dengan masyarakat (3)



5.        DESA MUARA MEDAK
Temuan di desa ini hasil dari wawancara dengan masyarkat desa, berupa ;
  1. Adanya bantuan pertanian dari Talisman berupa bibit tanaman karet untuk masyarakt desa. 
  2. Pelajar di desa ini diberikan bantuan bea siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. 
  3. Kurangnya perawatan badan jalan menuju dusun Saga. 
  4. Perlunya asuransi keselamatan masyarakat desa. 
  5.  Rekrut tenaga kerja di dominasi oleh pihak laki-laki dan sedikit yang merekrut pihak  perempuan (ketidak-adilan gender).
 Wawancara dengan masyarakat (gender)

 Wawancara dengan masyarakat
 
6.        DESA PULAU GADING
Wawancara langsung kepada masyarakat yang terdekat dengan  pengeboran di PGD mengasilkan beberapa resume, antara lain ;
  1. Terjadinya ledakan di area pengeboran beberapa waktu belakangan ini.  
  2. Pihak Talisman menyatakan itu adalah hal biasa. 
  3. Adanya korban pingsang akibat suara ledakan, korban dilarikan ke RS di Jambi dengan menggunakan ongkos dan pengobatan dari mereka sendiri. 
  4. Kades dan pihak RT tidak peduli. 
  5. Harapan masyarakat yang tinggal berdekatan dengan are pengeboran untuk dapat dipindahkan ketempat yang lebih aman. 
  6.  Perekrutan tenaga kerja telah habis, sehingga tenaga kerja lokal menjadi penonton. 
  7. Aktivitas perekonomian, seperti toko-toko, rumah makan dan penginapan tidak lagi produktif disebabkan pembangunan kontruksi pengeboran telah selesai.
 Bekas Warung (1)

 Bekas Warung (2)

 Bekas Warung (3)

 Bekas Warung dan Penginapan (Kosong)

 Pemilik Warung

Senin, 28 November 2011

PELATIHAN GPS DAN GIS MENGGUNAKAN ARCVIEW 3.X












Pendahuluan
Sistem Informasi Geografi adalah sistem informasi  khusus yang  mengelola  data  yang  memiliki  informasi  spasial (bereferensi keruangan), atau dalam arti yang    lebih sempit adalah  sistem  komputer  yang  memiliki   kemampuan  untuk membangun,  menyimpan,    mengelola  dan  menampilkan informasi  bereferensi   geografis,  misalnya  data  yang diidentifikasi  menurut   lokasinya,  dalam  sebuah  database.

Studi  dan  kegiatan  praktis  yang  berkaitan  dengan lingkungan,  geografi,  geologi,   perencanaan,  bisnis pemasaran, kesehatan dan banyak disiplin lainnya juga telah memanfaatkan alat dan cara sistem  informasi geografis.

Forum Tata Ruang  sejak 4 tahun yang lalu telah  menggunakan GIS dalam kegiatan  pemetaan  partisipatif untuk  menganalisis  dan  mencari solusi  penyelesaian  masalah  seputar  pengelolaan  sumberdaya alam.

Forum Tata Ruang  juga  berkomitmen  untuk  membagi  dan mengembangkan  metode  GIS  dan  pemetaan  ini  kepada masyarakat  umum.  

Semenjak  tahun 2007 Forum Tata Ruang  telah menyelenggarakan  training  Geographic  Information  System (GIS)   yang  dikemas  dalam  bentuk  rangkaian  training   yang meliputi beberapa tahapan kegiatan antara lain  : Pelatihan Dasar, Pemetaan dan Analisa Spasial

TUJUAN
1.    Mengenalkan  dan  memberikan  pemahaman  secara umum mengenai GIS
2.    Membantu  peserta  pelatihan  agar  dapat  membuat peta (data spasial) dalam format GIS
3.    Mengenalkan prinsip-prinsip dan jenis-jenis peta
4.    Dapat  membuat  peta  dan  menganalisanya  dengan menggunakan software ARCVIEW    

METODE TRAINING
Metoda pembelajaran mencakup 3 hal, yakni:
- Penyampaian materi secara lisan, diskusi dan tanya-jawab
- Praktek penggunaan software GIS, GPS, layout
- Praktek digitasi dan analisa peta  



 
MATERI TRAINING
Pengenalan & Pengetahuan Dasar Pemetaan,  GIS Konsep Peta 
1.     Konsep GIS
2.     Model Data GIS
3.     Implementasi Model GIS
4.     Struktur Data GIS
5.     Software GIS

6.     Proyeksi Peta 
7.     Management Data Spasial
8.     Aplikasi GIS
9.     Lingkup Aplikasi Data GIS untuk Bidang Terkait 

Pengenalan Software Pemetaan dan GIS
1.         Menampilkan Data dalam bentuk Peta
2.         Format data
3.         Mengoperasikan Software ArcView
4.         Pembuatan Peta Sederhana
5.         Modifikasi Layout Peta Sederhana

Data Creating:  Input Data, Topologi, dan Data Atribut
1.         Input Data (theme)
2.         Topologi
3.         Data Atribut
4.         Data Eksternal
5.         Digitasi Peta Format data 

Georeferencing dan Transformasi
1.     Pemasukan data koordinat dari hasil scan
2.     Pemasukan data yang non georeference 

Pengenalan GPS
1.     Pengetahuan sistem GPS
2.     Jenis-jenis GPS 

Pengambilan  Data  Lapangan  dengan  GPS  dan  Downloading data GPS  
1.     Pengambilan data dari luar ruangan (lapangan) 
2.     Downloading data GPS 

Merubah  Data dan Analisa Data  
1.     Merubah data menjadi data lain  
2.     Analisa data spatial dan ekstraksi data atribut  

Layout Peta Tematik
1.     Membuat Peta Utama dan Koordinat
2.     Membuat Judul, Skala angka dan batang, mata angin dan legenda
3.     Membuat Peta Situasi
4.     Menambah gambar-gambar photo
5.     Print out (mencetak ukuran A0 (90x110cm) dari printer A4)

PESERTA  TRAINING  
Training  ini  diperuntukan  kepada  pihak-pihak   baik
individu  maupun  praktisi  dan  kalangan  akademisi,
Instansi  Pemerintah,  BUMN,  Swasta,  dan LSM/NGO  yang  ingin  dapat  mempelajari  dan memahami proses-proses GIS menggunakan software ArcView .

TEMPAT & WAKTU 
Training ini di laksanakan di ruang pertemuan Kantor Gita Buana yang berada  di Jl. H. Ibrahim No. 109 Kota Jambi. Training ini dilaksanakan setiap hari Sabtu s/d minggu.

INVESTASI   
Rp. 400.000,- /orang
 (empat ratus  ribu rupiah)

INCLUDE
Flashdisc dan Manual Tutorial Materi Pelatihan,  Sertifikat (Certificate of Participation),  Perlengkapan tulis peserta, Makan dan snack + coffea, Laptop +  GPS + Printer (di

ASSURANCE
1.    Saya tidak punya LAPTOP dan GPS, dipelatihan ini difasilitasi GPS dan LAPTOP.
2.    Setelah saya pelatihan, dimana akan saya gunakan. Sementara saya tidak ada LAPTOP dan GPS. Di dalam flasdisc telah terpasang program dan data-data yg akan di instal di komputer manapun (mis: warnet) dan untuk koordinat titik GPS dapat di telusuri di google earth.
3.    Saya cuma 2 hari pelatihan, tentunya belum lengket apa yang diberikan dalam kepala saya. Pasca pelatihan Forum Tata Ruang memfasilitasi tanya jawab gratis (unlimited time).
4.    Apakah pelatihan ini nantinya bisa jadi uang? Pelatihan ini sangat langka dengan biaya yang sangat murah, di sisi lain proyek-proyek pemetaan sangat besar upahnya. Sedikit yang bisa GIS, namun permintaan akan pemetaan terus meningkat karena lahan-lahan terus diproduktifkan.


Trainer : Oldy Arnoldy Arby, SP.
Alumnus Fakultas Pertanian Prog. Studi Agronomi dan mahasiswa MM - Prog. Studi MSDM pada Universitas Jambi yang tertarik dan terjun di bidang GIS and Remote Sensing sebagai konsultan dan fasilitator training sejak 2005. Menggabungkan human resource managemen and spatial dalam setiap pelatihan ataupun implementasi untuk mencapai setiap tujuan yang diberikan.

Beberapa perusahaan/lembaga yang pernah dan masih menggunakan jasa antara lain : PT.WKS. Wetland Internasional, BPN Kerinci,r, Dishut TanjabbaKepolisian Resort Tanjabbar, Kepolsian Sektor Sadu Sadu, Yayasan Gita Buana, Ailint, SSS, AMAN, Dinas Kehutanan Prop. Jambi, PPLH Unja, Dinas Kesehatan Batanghari dan Muaro Jambi, Mahasiswa Program MEP, dll.

Tempat dan alamat pelatihan.
Gedung Gita Buana, Jl. H. Ibrahim No. 109 Kel. Rawasari Kec. Kotabaru – Kota Jambi
Informasi pendaftaran : +6281273153701


Kantor-kantor


Lihat JAMBI PROVINCE GOVERMENT di peta yang lebih besar
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jaringan Jalan

Jaringan Jalan

TERAKHIR DI UPDATE GOOGLE

Kebun Mangrove

Kebun Mangrove

Struktur Sungai

Struktur Sungai

POLA RUANG SUMATERA

POLA RUANG SUMATERA