Minggu, 10 Juni 2012

PELATIHAN GIS HARI KE-2 D3 AGRIBISNIS KELAS EKSTENSI FAPERTA UNJA

Pelatihan GIS (GPS dan Pemetaan) dilaksanakan di Gedung Mendalo Program D3 Agribisnis Kosentrasi Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Pertanian UNJA dari tanggal 9 - 10 Juni 2012.

Peserta
: Raihan, Bahtiar, Fendri, Heri, Sudirman, Iwan, Wahyu, Merta, Saprizal, T.Pramono, Mustakim, Eko, Oky, Zhunny, Santa, Mutiara, Padhila, Mike, Diah, Halimah, Lidiawati, Febriansyah, Winna.

Hari pertama menjelaskan secara teoritas tentang penggunaan GPS, hal yang penting dalam hari pertama adalah membangun motivasi dan mengelola iklim transfer pengetahuan GIS ke para peserta untuk menciptakan proses transfer pengetahuan GIS mudah diserap dan mudah dilakukan. Untuk membangun motivasi dan mengelola iklim transfer tersebut perlu dilakukan strategi. Interaktif sangat strategis dalam strategi tersebut.

Pada hari kedua, segera dilaksanakan praktek menggunakan GPS yang sebelumnya telah diberitahu melalui catatan secara step by step. Mengapa para peserta bisa antusias ? 

Peserta di dorong dengan motivasi untuk jangka panjang. Mereka diberi penjelasan tentang persaingan (competitive), GIS sangat kompetitif dalam membangun perencanaan atau membuat sebuah keputusan yang stategis serta akurat. Di sisi lain, sedikit yang mengetahui tentang GIS. Artinya, ketika peserta bisa GIS mereka memiliki kompetensi dalam bidang tata ruang. Selaras dengan program mereka pada kosentrasi pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, mereka mampu untuk memberikan gambaran potensial ruang atau memperkecil ruang bencana.

Ada problem teknis dalam praktek penggunaan GPS, karena pelatihan ini dadakan, maka GPS hanya satu yang tersedia dan peserta 23 orang. Harus digunakan variabel kepemimpinan transformasional sebagai strategi dalam menyelesaikan masalah ini. 

Kepemimpinan transformasional yang dipopulerkan oleh Bass (tahun 1985) adalah kemampuan pemimpin untuk mengubah lingkungan kerja, memberikan motivasi, menumbuhkan kebanggaan, loyalitas (setia) dan rasa hormat. Bass sendiri terinspirasi untuk mempopulerkan kepemimpinan transformasional dari tulisan Burn (tahun 1978) yang mengatakan bahwa kepemimpinan transformasional adalah prilaku membangkitkan semangat, memberikan inspirasi, dan memberikan perhatian untuk mendorong terpeliharanya kualitas kerja yang lebih memuaskan kepada para bawahan.

Trus apa hubungannya...??? Whats the correlation...???

Okey... fokus pada kata-kata selanjutnya. Behling, dkk., (tahun 1996) telah menyusun dimensi-dimensi untuk kepemimpinan transformasional yang di perkenalkan oleh Bass (1985). Ada 6 dimensi yang telah ter-uji untuk digunakan sebagai dimensi kepemimpinan transformasional, salah satunya adalah dimensi memberikan peluang untuk sukses. Indikator dari dimensi ini adalah; memberikan kesempatan pada bawahan untuk mencapai sesuatu dengan caranya sendiri dan menciptakan peluang untuk bawahan agar mempunyai pengalaman sukses.

Tambah gak paham pula jadinya.....????

He3x...Maaf, kita orang lupa kalau kita orang dari akademisi (status; mhs) jadi untuk menyelesaikan problem menggunakan konsep dari teori manajemen sumber daya manusia dan diaplikasikan pada problem. Problemnya cuma 1 GPS dan 23 peserta, trus apa hubungannya dengan kepemimpinan transformasional.

Okey......kita ke persoalan sesungguhnya.......!!!!!

Setelah step by step langkah-langkah menggunakan GPS dijelaskan dan di catat oleh para peserta, maka para peserta di pecah menjadi 3 klaster. Praktek singkat dilakukan dengan ketua klaster 1, setelah dipastikan paham ketua klaster 1  mengunakan GPS maka selanjutnya ketua klaster 1 mengajak rombongan untuk melakukan pembuatan titik koordinat berserta informasinya yang di pandu oleh ketua klaster. Masing-masing personal wajib membuat satu titik koordinat yang berbeda dengan lainnya.

Selaras dengan dimensi dan indikatornya dari Behling, dkk., (1996) di sini terlihat para peserta melakukan pengajaran kepada peserta lain. Artinya peserta di beri peluang untuk pengalaman sukses. Otomatis, ketika peserta mengajari peserta lain di sini telah terjadi proses praktek transfer pengatahuan sehingga ketika ada yang ingin mengetahui penjelasan dan penggunakan GPS para peserta dengan mudah dan bersemangat menjelaskannya. Di mana peluang suksesnya....???? Ketika peserta bisa, peserta bisa juga membuka pelatihan atau melakukan pemetaan sendiri.

Setelah klaster 1 kelar melakukan survey menggunakan GPS, maka selanjutnya survey dilakukan oleh klaster 2. Klaster dua di pandu dari anggota klaster 1 untuk menggunakan GPS dan begitu seterus untuk klaster selanjutnya.




























































































































Sumber pustaka :
  • Burns. J.M,1978. Leadership, Harper and Row, New York, NY.
  • Bass. B.M.,1985. Leadership and performance beyond expectations. Free Press, New York.
  • Behling. O., McFillen. J.M., 1996. A syncretical Model of Charimatic/Transformational, Group and Organization Management, 21: 163-191.

Kantor-kantor


Lihat JAMBI PROVINCE GOVERMENT di peta yang lebih besar
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jaringan Jalan

Jaringan Jalan

TERAKHIR DI UPDATE GOOGLE

Kebun Mangrove

Kebun Mangrove

Struktur Sungai

Struktur Sungai

POLA RUANG SUMATERA

POLA RUANG SUMATERA